Newsline.id MADINA – Masyarakat petani di Desa Gunung Barani, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengeluhkan kondisi saluran Irigasi Batang Gadis yang sudah beberapa bulan terakhir tidak dialiri air. Akibatnya, ratusan hektar lahan persawahan di desa tersebut mengalami kekeringan.
Tak hanya sawah, areal perkebunan warga dan pasokan air untuk fasilitas MCK di masjid setempat juga ikut terdampak akibat irigasi yang tidak berfungsi.
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Gunung Barani, Faisal Nasution, bersama Camat Panyabungan, Kalaksa BPBD, staf Dinas PU, Sekretaris Desa, serta sejumlah warga meninjau langsung lokasi untuk melihat kondisi lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah sekitar empat bulan terakhir petani di desa kami mengeluh karena tidak bisa turun ke sawah. Selain sawah, kebun dan air MCK ke masjid juga terdampak,” ujar Faisal, Rabu (5/11/2025).
Menurut Faisal, dalam waktu dekat para petani akan memasuki musim tanam. Karena itu, pihaknya berharap agar sipon (saluran bawah tanah) yang tersumbat dapat segera diperbaiki agar pengairan kembali normal.
“Ini sudah terjadi sejak empat bulan lalu, dan akibatnya ratusan hektar sawah kekeringan. Kami sudah banyak menerima aduan dari masyarakat terkait masalah air ini,” jelasnya.
Faisal menambahkan, pihak pemerintah desa telah menyusun proposal permohonan perbaikan dan melaporkan kondisi tersebut kepada Camat Panyabungan, yang kemudian diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Alhamdulillah, barusan tim dari Dinas PU sudah datang melakukan survei. Kami berharap agar perbaikan bisa segera dilakukan supaya masyarakat bisa turun ke sawah,” tuturnya.
Apabila perbaikan tidak segera dilakukan, para petani di beberapa desa sekitar Kecamatan Panyabungan dikhawatirkan tidak dapat menanam padi pada musim tanam kali ini.
Penulis : Dede










