Newsline.id MADINA – Selain memiliki aset yang fantastik, ternyata bendahara pengeluaran Sekretariat DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Muhammad Asran diduga masih memiliki aset lain yang tidak dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Lembaga (LHKPN).
Dari data yang diperoleh di lapangan, aset bendahara Sekretariat DPRD yang tidak didaftarkan tersebut berupa kenderaan roda 2 sebanyak 2 unit, yakni mobil Toyota merek Rush, dan mobil Toyota Raize warna kuning.
Tak hanya itu, aset lain yang diduga milik bendahara ini, yakni kepemilikan lahan perkebunan seluas 70 hektare di wilayah Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan Timur, serta kebun sawit dan puluhan ekor Sapi di Kecamatan Muara Batang Gadis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serta 3 unit Stasiun Pom bensin mini yang tersebar di beberapa daerah, yakni 1 unit di perbatasan Tapsel Madina, 1 unit daerah Singkuang dan 1 unit di Desa Pagur Panyabungan Timur.
Namun, Pom mini yang berada di Desa Pagur tersebut diketahui belum beroperasi karena belum selesai pengerjaannya.

Sementara, item, aset dan harta kekayaan yang didaftarkan bendahara ini ke LHKPN yakni
1. Tanah dan Bangunan Seluas 579 m2/320 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 1.100.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 1118 m2/300 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 620.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 297 m2/100 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 920.000.000
4. Tanah Seluas 232 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 215.000.000
5. Tanah Seluas 219 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000
6. Tanah Seluas 204 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 170.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/160 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
8. Tanah Seluas 108 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 45.000.000
9. Tanah Seluas 77.5 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL,HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 263 m2/240 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 185.000.000
11. Tanah dan Bangunan Seluas 135 m2/100 m2 di KAB / KOTA MANDAILING NATAL, HASIL SENDIRI Rp. 210.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
Rp. 164.500.000

1. MOBIL, DAIHATSU TAFT GF 70 Tahun 1986, HASIL SENDIRI Rp.5.000.000
2. MOBIL, MITSUBISHI COLT L300 PU FB/R(4X2) M/T Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp.88.000.000
3. MOBIL, DAIHATSU MOPEN TU Tahun 1984, HASIL SENDIRI Rp.10.000.000
4. MOBIL, TOYOTA KIJANG SUPER KF 40 SHORT Tahun 1993,HASIL SENDIRI Rp. 20.000.000
5. LAINNYA, HONDA/GL 100 BECAK MOTOR/SEPEDA MOTOR Tahun 1996, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000
6. LAINNYA, HONDA/GL 100 BECAK MOTOR/SEPEDA MOTOR Tahun 1995, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000
7. MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR R2 Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp.6.500.000
8. MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR R2 Tahun 2009, HASIL SENDIRI Rp. 6.000.000
9. MOTOR, YAMAHA SEPEDA MOTOR R2 Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 13.000.000
10. MOTOR, HONDA SEPEDA MOTOR R2 Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp.6.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA
Rp. 718.200.000
D. SURAT BERHARGA
Rp. —-
E. KAS DAN SETARA KAS
Rp. 5.000.000
F. HARTA LAINNYA
Rp. —-
Sub Total Rp. 5.027.700.000
III. HUTANG Rp. 239.549.398
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN
(II-III) Rp. 4.788.150.602
Sementara, bendahara DPRD Madina Muhammad Asran ketika dikonfirmasi pada Selasa (22/7/2025) kemarin, Asran mengaku semua harta dan aset hasil kerjanya sudah ia laporkan ke LHKPN.
Namun, untuk kepemilikan 2 unit mobil yang disebutkan, ia mengaku mobil itu milik keluarganya, dan ia hanya pinjam pakai.
“Saya tidak daftarkan karena mobil itu milik keluarga saya, bukan atas nama saya, kan boleh saya pakai,” ucapnya pada Selasa kemarin.
Dan untuk kepemilikan lahan serta 3 unit Stasiun Pom bensin mini, Asran mengaku bukan miliknya, itu milik CV orang lain.
“Itulah manusia Mandailing Natal, semua ditanyain, itukan CV bukan milik saya, lagian kan banyak pejabat, saya bukan pejabat,” tambah Asran.
Asran sendiri diketahui menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2007 lalu. Dari segi pendapatan dan gaji sebagai PNS pun dinilai tidak cukup untuk memiliki puluhan aset tersebut.
Harta yang tak wajar dari oknum PNS yang menjabat sebagai Bendahara DPRD ini pun diragukan asal usulnya. Publik pun mempertanyakan bagaimana oknum bendahara DPRD Madina ini dapat memperoleh harta dan aset yang mencapai 4 milliar lebih.
“Sangat tidak layak, apalagi dia memiliki tanggung jawab di rumah tangga, dan dia cuma seorang bendahara, eselon II aja belum tentu memiliki aset sebesar itu,” ujar warga yang ditemui di Taman Kota Panyabungan. Rabu (23/7/2025).
Dugaan ini tidak hanya menimbulkan pertanyaan publik tentang asal usul harta dan kekayaan bendahara Sekretariat pengeluaran DPRD ini, muncul juga dugaan publik soal dugaan korupsi yang dilakoninya.
(D/red)










