Newsline.id MADINA – Warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), punya cara unik dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Jika biasanya perayaan tujuh belasan identik dengan lomba balap karung, panjat pinang, dan tarik tambang, kali ini warga menyuguhkan atraksi berbeda, yakni lomba beruk (Bodat) panjat kelapa.
Dalam perlombaan tersebut, setiap Bodat yang menjadi peserta harus memanjat pohon kelapa dan mengambil buah kelapa yang telah disiapkan panitia. Walau hadiah yang diperebutkan tidak terlalu besar, namun antusiasme warga sangat tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana di lokasi perlombaan pun tampak meriah. Warga tumpah ruah menyaksikan atraksi ini. Setiap kali si Bodat berhasil mengambil kelapa, sorak sorai penonton pecah, disertai gelak tawa dan tepuk tangan.
“Lomba ini bukan hanya hiburan, tapi juga ajang silaturahmi warga. Anak-anak sangat senang, orang tua juga terhibur,” ujar Usnar, salah seorang pemilik Bodat yang menjadi juara 1 dalam perlombaan itu.
Sementara, Kepala Desa Pidoli Lombang, Sawal Nasri, menyebut lomba unik ini sebagai bukti kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi perlombaan Bodat pertama yang digelar di Kabupaten Mandailing Natal.
“Ini kegiatan positif, warga kita juga banyak yang mencari nafkah dengan penghasilan dari bodat ini, makanya kita adakan perlombaan untuk itu. Selain menghibur, juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Kita harap ke depan bisa menjadi agenda rutin,” ucapnya. Minggu (17/8/2025).
Meski terbilang unik dan langka, lomba Bodat panjat kelapa ini berhasil mencuri perhatian publik. Tak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat Pidoli Lombang dalam mengisi momentum kemerdekaan.
(D/red)










