2 Bulan Berlalu, Polres Madina Masih Belum Ungkap Kasus Longsor PETI di Lingga Bayu

Thursday, 10 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Kejadian longsor pada lokasi Penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Kampung Baru dan Dusun Pulau Padang Desa Simpang Durian Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah berlalu lebih kurang 2 (Dua) Bulan, namun hingga Rabu (09/07/25) belum ada kepastian siapa yang bertanggung jawab atas kejadian yang menelan korban jiwa itu.

Sebelumnya Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SH SIK yang di Konfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Ikhwanuddin, Kapolsek Lingga Bayu AKP P Ritonga selalu memberikan jawaban sedang dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi – saksi.

Terkait proses penyelidikan yang dilakukan Polres Madina dan Polsek Lingga Bayu, Rabu (09/07/25) awak media kembali mengkonfirmasi Kapolres Madina melalui Kasat Reskrim Polres Madina AKP Ikhwan dan juga Kapolsek Lingga Bayu AKP P Ritonga untuk mempertanyakan apakah sudah ada tersangka yang ditetapkan atas kejadian longsor dilokasi PETI yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja PETI.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hingga berita ini dikirim ke Redaksi media ini, belum ada jawaban dari Kasat Reskrim Polres Madina maupun Kapolsek Lingga Bayu.

Sebelumnya diketahui pada Kamis (22/05/25) lalu telah terjadi longsor pada lokasi PETI di Desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu dan menyebabkan meninggalnya salah seorang pekerja PETI bernama Maradongan (55).

Selanjutnya kejadian longsor lokasi PETI dengan menggunakan mesin dongfeng juga terjadi pada hari Minggu (25/05/25) lalu di Desa Simpang Durian Lingga Bayu, dan menelan korban jiwa seorang pekerja bernama Abi Kholifah (25) warga Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal.

Seterusnya berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga Desa Simpang Durian Kecamatan Lingga Bayu diperoleh kabar bahwa telah ditemukan korban meninggal di lokasi PETI yang berada di Dusun Pulau Padang Desa Simpang Durian pada Jum’at (13/06/25) lalu, adapun identitas Korban meninggal bernama Rokman Warga Desa Simpang Durian.

Namun walau kejadian itu sudah berlangsung lama, hingga kini pihak Polres Madina dan Polsek Lingga Bayu tidak kunjung dapat menetapkan siapa tersangka atas kejadian naas yang merenggut nyawa para pekerja tambang itu.

 

(***)

Berita Terkait

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang
Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang
KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎
Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR
Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama
Didanai Infak Warga, Yayasan At-Taqwa Bina Puluhan Santri Secara Gratis
Sertijab Forkada Kepulauan Nias Bahas Pesawat Berbadan Besar
Polda Sumut Selidiki Pemilik 14 Alat Berat Tambang Ilegal, 17 Orang Berstatus Saksi‎ ‎
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 8 April 2026 - 15:29 WIB

Seorang Pria Tewas, Saat Ditemukan Wajah Babak Belur di Lokasi Pengolahan Tambang

Tuesday, 7 April 2026 - 23:31 WIB

Marak PETI Rusak Lingkungan, Anggota Komisi XII DPR RI Rocky Candra: Tangkap Penadah, Bukan Hanya Penambang

Tuesday, 7 April 2026 - 14:00 WIB

KPK Segera Panggil Pemilik Maktour dalam Pengusutan Korupsi Kuota Haji ‎

Monday, 16 March 2026 - 16:26 WIB

Pegawai RSUD Husni Thamrin Natal Keluhkan Dugaan Pungli Saat Proses Pencairan THR

Saturday, 14 March 2026 - 19:16 WIB

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru

Serba Serbi

Momentum Ramadan, KB SMA Negeri 1 Batahan Buka Puasa Bersama

Saturday, 14 Mar 2026 - 19:16 WIB