Newsline.id MADINA – Banjir besar masih menggenangi ratusan rumah warga di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hingga Rabu (26/11/2025) sore.
Aktivitas masyarakat lumpuh total setelah air yang meluap dari Sungai Batang Angkola dan Sungai Batang Gadis menenggelamkan kawasan pemukiman.
Sebuah Desa bahkan nyaris tenggelam setelah ketinggian air mencapai lebih dari dua setengah meter, menjadikan banjir kali ini sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan di lapangan, ratusan rumah di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, hingga sore hari masih berada dalam kondisi terendam. Ketinggian air terus meningkat akibat luapan dua sungai besar yang berada di wilayah tersebut.
“Curah hujan yang terus menerus membuat air sungai cepat naik, dari malam sampai pagi sudah sampai dada orang dewasa. Sekarang sudah dua meter lebih. Kami nggak sempat selamatkan barang barang,” ujar Marwan Nasution, salah seorang warga terdampak.
Banjir mulai mengepung Desa Muara Batang Gadis sejak tiga hari terakhir. Curah hujan tinggi dan meluapnya aliran Sungai Batang Gadis serta Batang Angkola membuat air langsung masuk ke permukiman tanpa bisa dicegah.
Akibat tingginya debit air membuat petugas BPBD, TNI–Polri, dan relawan dari Mapala STAIN Madina melakukan evakuasi darurat.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet dan mobil truk bak terbuka karena jalan menuju lokasi ikut tergenang banjir.
“Yang penting anak-anak, perempuan dan orang tua dulu dievakuasi. Kami takut kalau malam nanti air makin naik, karena cuaca belum menentu,” ucap Sudrajat, Camat Siabu.

Sementara itu, seorang warga lainnya bernama Nurhamidah, mengaku ketakutan saat melihat rumahnya pelan-pelan ditelan banjir.
Nurhamidah juga mengaku terpaksa mengungsi untuk sementara akibat tempat tinggalnya tidak bisa lagi digunakan karena air sudah melebihi diatas jendela.
“Gak tau kami mau kemana, kami diauruh mengungsi dulu untuk sementara waktu. Kami sudah tiga hari bertahan. Rumah sudah tenggelam sampai jendela. Anak-anak kami bawa ke tempat pengungsian. Kami berharap ada bantuan segera,” ujarnya.
Selain pemukiman, banjir juga merusak ratusan hektare lahan pertanian warga. Tanaman padi dan sayur-sayuran juga dinyatakan gagal panen karena terendam banjir berhari-hari.
“Tanah sawah semua habis, ini musibah paling parah selama lima tahun. Kami bingung mau mulai dari mana lagi,” kata Nurhamidah.

Hingga saat ini, warga mengaku diungsikan sementara ke Sekolah Dasar yang berada di Desa Tangga Bosi III.
Sementara ratusan warga lainnya mulai dievakuasi petugas menggunakan mobil truk milik Polres Madina dan dua unit truk milik warga lainnya.
Hingga kini, akses ke lokasi masih terputus, terutama jalan utama yang tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun mini bus akibat arus air yang deras yang menggenangi badan jalan.
Petugas yang dilokasi pun kini fokus mengevakuasi warga ke tempat pengungsian sementara di Desa Tangga Bosi III.
Penulis : Dede










