Praktik Curang dalam Seleksi P3K Madina: Dugaan Rekayasa Dokumen untuk Meloloskan Keluarga Kepsek

Monday, 18 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Dugaan praktik kecurangan kembali mencuat dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap dua tahun 2024 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pasalnya, anak kandung dan keponakan Kepala Sekolah SDN 336 Sinunukan V ikut menjadi peserta seleksi, meski keduanya belum memenuhi syarat minimal masa kerja.

Kabar ini sontak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah dan memunculkan dugaan adanya perlakuan istimewa.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut informasi, kedua guru honorer berinisial WK (anak kandung kepsek) dan BSN (keponakan kepsek) baru mulai aktif bekerja pada Agustus 2024. Artinya, masa pengabdian keduanya masih jauh dari syarat minimal dua tahun yang diwajibkan bagi pelamar formasi teknis.

“Untuk jabatan teknis, salah satu syarat mutlaknya adalah sudah mengabdi minimal dua tahun di OPD atau sekolah,” tegas seorang pejabat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, keduanya tetap lolos tahap administrasi dan bahkan sempat mengikuti ujian seleksi P3K tahap dua. Hasil akhirnya, mereka dinyatakan tidak lulus.

Namun, dugaan praktik kecurangan tidak berhenti sampai di sana. Kepala sekolah yang bersangkutan disebut-sebut mengeluarkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk meloloskan anak dan keponakannya dalam pendataan P3K paruh waktu yang saat ini tengah berlangsung.

Seorang praktisi pendidikan yang juga dosen di STAIN Madina Edi Junaedy Nasution menyebut ada indikasi rekayasa dokumen dalam kasus ini.

“SK adalah syarat utama seleksi P3K. Kalau mereka baru bekerja tapi bisa ikut seleksi, patut dicurigai ada rekayasa. Kepala sekolah seharusnya jujur, bukan malah memberi keistimewaan hanya karena itu keluarga dekat,” tegas Edy. Senin (18/8/2025).

Selain itu, Edy praktisi hukum sekaligus pendiri PWI Madina ini, mengingatkan bahwa dugaan pengangkatan tenaga honorer baru sudah jelas dilarang oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, khususnya Pasal 65 ayat 2.

“Pejabat yang masih mengangkat honorer jelas bisa dikenai sanksi. Maka kalau terbukti, kepsek wajib diberikan hukuman tegas,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah SDN 336 Sinunukan V belum memberikan klarifikasi, meski sudah dihubungi berulang kali baik via telepon maupun pesan WhatsApp.

 

(D/red)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru