Kepsek SDN 336 Sinunukan V Diduga Nekat Masukkan Anak dan Keponakan Lamar P3K Meski Tak Penuhi Syarat

Friday, 15 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Polemik dugaan kecurangan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali mencuat. Meski kasus serupa pernah menuai sorotan pada seleksi P3K tahun 2023, praktik serupa diduga kembali terjadi pada pendaftaran tahap kedua tahun 2024 lalu.

Kali ini, dugaan maladministrasi terjadi di SDN 336 Sinunukan V, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Madina. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua orang guru berinisial WK dan BSN tercatat ikut seleksi P3K tahap kedua formasi guru pada 2024.

Padahal, salah satu syarat mutlak untuk pelamar prioritas jalur khusus adalah sudah terdaftar di Data Pokok Pendidik (Dapodik) dan mengabdi di sekolah minimal selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar menyebutkan, WK dan BSN baru mulai bertugas di sekolah tersebut pada pertengahan Juli 2024 dan aktif mengajar mulai awal Agustus 2024.

Lebih jauh, sumber menyebut bahwa WK adalah anak kandung kepala sekolah, sedangkan BSN merupakan keponakannya.

Meski keduanya lolos administrasi hingga mengikuti ujian P3K, hasil akhirnya mereka tidak lulus. Namun, fakta bahwa mereka bisa mendaftar meski belum memenuhi syarat masa pengabdian memicu keresahan di lingkungan sekolah.

“Kami merasa ada pelanggaran aturan karena yang bersangkutan keluarga dekat kepala sekolah, tapi tetap bisa ikut seleksi,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kepala SDN 336 Sinunukan V, Rawani, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa keduanya melamar untuk jabatan teknis di sekolah tersebut. “Untuk jabatan teknis bisa melamar walaupun tidak terdaftar di Dapodik,” tulis Rawani melalui pesan WhatsApp, Jumat (15/8/2025).

Namun, pernyataan ini berbeda dengan keterangan pejabat BKD Kabupaten Madina yang menyebutkan, pelamar P3K tahap dua untuk jabatan teknis tetap harus memiliki masa pengabdian minimal dua tahun di OPD atau sekolah terkait.

Informasi lain juga mengungkapkan, meski diduga melanggar ketentuan, kepala sekolah tetap menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) untuk pendataan P3K paruh waktu di Kabupaten Madina.

 

(D/red)

 

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru