Banjir di Rumbio Lumpuhkan Akses Tiga Kecamatan, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terendam

Wednesday, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) selama beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah titik dilanda banjir.

Salah satu lokasi terparah berada di Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara, yang membuat aktivitas warga lumpuh dan memutus akses jalan penghubung menuju Kecamatan Hutabargot dan Naga Juang.

Pada Selasa sore (25/11/2025) kemarin, banjir setinggi sekitar satu meter menggenangi ruas jalan utama penghubung Desa Desa.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut membuat puluhan pengendara sepeda motor nekat menerobos arus banjir demi melanjutkan perjalanan menuju Desa masing masing.

Namun, banyak di antaranya yang akhirnya terpaksa mendorong kendaraan mereka karena mesinnya mogok setelah terendam air.

Selain memutus akses transportasi, banjir juga merendam ribuan hektare lahan pertanian di tiga kecamatan. Beberapa jenis tanaman seperti padi, jagung, cabai, tomat, hingga sayuran mengalami kerusakan berat dan sebagian besar mati terendam.

Kondisi ini menyebabkan para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Salah satu petani nengaku, lahan tanaman jangung miliknya kini tak bisa lagi ia manfaatkan karena banjir ini.

“Sudah rusak semuanya, karena sudah lebih dari 3 hari air itu belum surut, kalau tanaman jagung sudah terendam air berhari-hari sudah dipastikan rusak, dan jelasnya sudah rugi total,” ucap Puddin.

Selain itu, sejumlah petani terlihat berusaha menyelamatkan sisa hasil panen dengan memikul secara manual sambil menyusuri arus banjir yang cukup deras. Upaya ini dilakukan agar sebagian hasil produksi mereka tidak hilang sepenuhnya.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Fahrizal Efendi mengaku, wilayah Kecamatan Panyabungan Utara, Naga Juang dan Hutabargot tepatnya di pinggirang aliran sungai Batang Gadis sudah menjadi langganan banjir sejak dulu.

“Sudah tidak asing lagi jika mengalami kebanjiran, sehingga sudah dipastikan petani disini sudah gagal panen dan rugi,” ucap Fahrizal.

1764139979252
Fahrizal Efendi

Hingga berita ini diterbitkan, akses jalan penghubung antar Kecamatan Panyabungan Utara, Hutabargot, dan Naga Juang masih belum dapat dilalui kendaraan roda empat akibat tingginya genangan air serta kondisi badan jalan yang rusak.

Penulis : Dede

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Friday, 16 October 2026 - 14:20 WIB

Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI

Berita Terbaru