PETI Kawasan Hutan TNBG Tak Gentar Hadapi Hukum

Wednesday, 6 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) masih terus berlangsung tanpa mengindahkan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa hingga Rabu (6/8/2025), alat berat seperti excavator dan perlengkapan penambangan milik para pelaku PETI masih beroperasi aktif di kawasan Aek Bontar, Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan.

“Excavator dan perlengkapan penambangan milik pelaku PETI masih berada di lokasi Aek Bontar dan terus beraktivitas,” ujar salah seorang warga. Rabu (6/8/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai TNBG, Agusman, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu (6/8/2025), menegaskan bahwa pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan ke lokasi Aek Nabontar serta meningkatkan patroli secara rutin.

“Berdasarkan laporan tim patroli TNBG, memang ditemukan bekas aktivitas PETI di Aek Nabontar. Tim sudah menyisir sekitar lokasi dan tidak menemukan adanya aktivitas tambang ilegal saat itu. Saya baru mengetahui informasi ini dari media. Kami akan tetap rutin melakukan patroli di lokasi-lokasi yang dilaporkan memiliki potensi atau dugaan aktivitas PETI, meskipun harus berjalan kaki berhari-hari,” tegas Agusman.

Sebelumnya, tim Patroli TNBG telah melakukan penyisiran dan menemukan kerusakan alam akibat aktivitas tambang ilegal. Mereka juga menemukan sejumlah peralatan, seperti box saringan dan mesin dongfeng, yang kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.

Masih menurut keterangan warga yang enggan identitasnya dipublikasikan, pemilik atau donatur dari aktivitas PETI di kawasan hutan TNBG diduga berinisial M dan D, yang merupakan warga Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.

Keduanya disebut sengaja melakukan aktivitas penambangan di dalam wilayah konservasi yang berada di Kabupaten Mandailing Natal.

“Setelah tim patroli TNBG keluar dari lokasi, excavator milik M dan D kembali melakukan penambangan hingga hari ini,” ungkapnya.

 

(D/red)

 

Berita Terkait

Ketua Kaderisasi PKC PMII Riau Desak Polda Usut Dugaan Penyaluran BBM Ilegal
Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 23 July 2026 - 17:09 WIB

Ketua Kaderisasi PKC PMII Riau Desak Polda Usut Dugaan Penyaluran BBM Ilegal

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Berita Terbaru