Korban PETI Terus Bertambah, Ini Tanggapan JAMPI Sumut

Monday, 26 May 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA ⁠- Bertambahnya jumlah korban yang meninggal akibat tertimbun longsor dari kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kembali terjadi, Minggu (25/05/2025).

Kali ini korban berinisial AK (25) warga desa Ampung Siala kecamatan Batang natal yang bekerja di PETI dompeng milik Tomok dilokasi milik Aidil Ali warga dusun Pulo padang desa Simpang durian kecamatan Lingga bayu.

Dimana sebelumnya, dua korban dibulan yang sama juga terjadi yakni Ahmad Mudo Harahap (48) warga desa Suka Makmur kecamatan Muara Batang gadis, dilokasi Tagilang julu, Kamis (15/05/2025).

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan korban Maradongan (55) warga desa Kampung baru kecamatan Lingga bayu, Sabtu (22/05/2025) lalu.

Menanggapi hal ini, Ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Polisi Sumatera utara (JAMPI Sumut), Zakaria Rambe, SH, MH menyatakan bahwa sebenarnya ini adalah peringatan dari alam dan saya berkeyakinan bahwa akan muncul lagi korban nyawa selanjutnya.

“Disamping kesadaran dari masyarakat, pencegahan dan penyuluhan tentang bahaya perusakan lingkungan dari pemerintah harus terus dilakukan tanpa henti, tapi yang paling penting adalah penindakan dari kepolisian,”ujar Zakaria Rambe, SH, MH kepada wartawan, Senin (26/05/2025) via chat whatsapp.

Ketua dewan penasehat Korps Advokad Alumni Universitas Muhammadiyah (KAUM) itu pun menuturkan terjadinya musibah ini juga gambaran dari tidak tegasnya kepolisian untuk melakukan tindakan hukum, padahal isu-isu kerusakan lingkungan di kabupaten Mandailing Natal (Madina) bukan barang lama, dan itu terjadi hingga saat ini.

“Semoga korban-korban selanjutnya yang di mangsa alam tidak terjadi lagi, dan polisi juga harus tegas tanpa kompromi, apalagi ikut andil,”harap Zakaria.

Kemudian Zakaria menegaskan bahwa Ini juga merupakan salah satu tantangan bagi Bupati yang baru menjabat dalam hitungan bulan. Diukur sejauh mana komitmen bupati ini menjaga lingkungan.

 

(Dedek)

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Saturday, 27 June 2026 - 04:28 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat

Berita Terbaru