Sumut. Newsline.id, Nias Barat | Hebohnya perbincangan di berbagai media sosial dan portal berita terkait isu pembiayaan layanan internet Starlink dan aplikasi Smart School di sekolah-sekolah wilayah Nias Barat mendapat tanggapan langsung dari Kepala Sekolah UPTD SD 071096 Mandrehe, Manase Gulo. Melalui pesan WhatsApp kepada wartawan pada Jumat (12/12/2025), ia memberikan klarifikasi mengenai sumber pembiayaan kedua layanan tersebut.
Dalam pesannya, Manase Gulo menegaskan bahwa pembayaran layanan Starlink di sekolahnya bersumber dari komponen Dana BOS pada item daya dan jasa.
https://share.google/zJ0nAycmS02OGrqWw
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, aplikasi Smart School juga dibiayai dari Dana BOS dengan besaran Rp5.500 per siswa, termasuk pajak, yang dibayarkan langsung kepada pihak ketiga selaku pemilik aplikasi.
” Kalau Starlink pembayarannya bersumber dari Dana BOS item daya dan jasa.
Smart School dibayar dari Dana BOS Rp5.500/siswa sudah termasuk pajak, Pak.
Dibayar kepada pihak ketiga (pemilik aplikasi),” jelasnya melalui pesan WhatsApp.
Tidak hanya memberikan klarifikasi kepada media, Manase Gulo juga turut menjelaskan kepada publik melalui akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, ia menerangkan secara detail manfaat dan tujuan implementasi aplikasi Smart School yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Nias Barat di bawah kepemimpinan Bupati Eliyunus Waruwu dan Wakil Bupati Ama Andalan Hia.
Menurutnya, Smart School merupakan perangkat lunak terintegrasi untuk manajemen sekolah dan pembelajaran digital.
Aplikasi ini mempermudah komunikasi internal, administrasi sekolah seperti absensi, pengelolaan serta pelaporan Dana BOS, hingga mendukung proses belajar mengajar melalui fitur jurnal pembelajaran, materi digital, kuis, serta tugas yang dapat diakses secara online.
Ia menegaskan bahwa aplikasi tersebut membantu guru berkreasi dalam mengembangkan bahan ajar digital sekaligus memberi kemudahan bagi siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah untuk tetap terhubung secara digital. Operasional sekolah juga menjadi lebih efisien, terpusat, dan transparan.
Lebih lanjut, Manase menyebut bahwa biaya penggunaan aplikasi Smart School sangat terjangkau dibandingkan layanan serupa. Hal ini, menurutnya, merupakan hasil negosiasi efektif Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan pihak pengembang aplikasi, sehingga biaya hanya Rp5.500 per siswa, bukan Rp25.000 seperti yang sempat beredar di media sosial.
Melalui unggahan Facebook-nya, ia menutup penjelasan tersebut dengan pesan yang cukup santai sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap bijak menanggapi informasi yang beredar:
” Dengan kepiawaian Pemerintah Nias Barat dalam melakukan negosiasi kepada pihak pengembang (vendor) aplikasi, biaya hanya 5.500/siswa (bukan 25.000/siswa seperti yang diisukan sebelumnya oleh akun-akun palsu dan manusia yang kurang paham).
Salam literasi.
Salam dari Guru Dakot wkwkkkkk.” Tulisnya
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik yang berkembang dan memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat terkait mekanisme pembiayaan layanan digital di sekolah-sekolah wilayah Nias Barat. (P.gl/SNL)










