Newsline.id MADINA – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Marina), Sumatera Utara (Sumut), yang menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan pendidikan dasar mulai dilaksanakan.
Di Kabupaten Madina sendiri ada dua puluh di wilayah Kecamatan, sekolah dasar yang mendapat program tersebut.
Program revitalisasi ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun anggaran 2025. Dengan dukungan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari pantauan wartawan di beberapa sekolah, program revitilisasi tersebut sudah mulai pengerjaanya mulai dari penggalian pondasi hingga pemasangan besi tiang.
Sekolah yang mendapat program tersebut ada yang membangun ruang kelas baru, ruang UKS dan ruang kamar mandi atau MCK.
Seperti di SDN 009 Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina. Di sekolah itu membangun ruang kelas UKS dan ruangan kamar mandi.
Proyek revatilisasi tersebut panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SPN) ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan. Dan pembangunan ini dijadwalkan berlangsung selama 120 hari.

Kepala SDN 009 Dame Martiana mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas bantuan rivitalisasi tersebut. Dia menjelaskan bahwa selama ini di sekolah kerap menghadapi kendala semisal anak-anak siswa hendak ke kamar mandi yang selama ini memakai fasilitas desa yang tempatnya jauh dari lingkungan sekolah.
“Sekarang kalau bangunan itu nanti selesai pembangunannya anak anak didik kami nantinya akan menikmatinya fasilitas tersebut, mereka tidak lagi pergi jauh jauh untuk yang ingin ke kamar mandi. Begitu juga ruang UKS, sebagai pertolangan pertama kepada siswa bisa dapat dilakukan,” kata kepala sekolah tersebut kepada wartawan. Kamis (2/10/2025).
Seterusnya kepala sekolah dasar itu mengungkapkan bahwa fasilitas yang baik, tentu akan mendukung kegiatan belajar mengajar. Dan tidak ada untuk tenaga pendidik, namun juga bagi siswa dan pihak orangtua murid.
Kemudian pelaksanaan proyek revitalisasi ini pun disambut positif oleh warga sekitar dari sejumlah wali murid. Mereka berharap agar pembangunan berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas belajar anak-anak.
“Langkah pemerintah ini sebagai wujud nyata perhatian terhadap pendidikan dasar, khususnya di daerah. Sehingga para siswa dapat tumbuh dalam suasana sekolah yang aman, sehat, dan nyaman,”ujar Ali Usman, salah satu wali murid.
Penulis : Dede










