Newsline.id MADINA – Perusakan lingkungan akibat aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) kini semakin marak dan sudah merambah ke wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) yang notabene dilindungi oleh negara sebagai paru-paru dunia.
Aktifitas PETI di kawasan TNBG ini sepertinya kebal hukum. Sebab diketahui telah beberapa kali, tim dari TNBG sudah melakukan razia. Namun, tampaknya tak membuat para mafia PETI jera dan menghentikan aktivitasnya.
Bahkan razia beberapa hari yang lalu pun tampaknya tidak menunjukkan hasil. Hal ini terbukti di Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, masih terdapat dua unit Excavator PETI di kawasan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut warga, desa ini berada di kawasan TNBG. PETI ini pun diduga diback up oleh oknum anggota Koramil Kotanopan dan juga diketahui oleh Kepala Desa serta Badan Pemusyawaratan Desa (BPD).
“Benar bang. Masih beroperasi di desa Batahan, Kecamatan Kotanopan. Ada dua excavator. Satu excavator diduga milik dan didanai oleh Putra,” ungkap warga desa Batahan yang tak ingin namanya dipublikasikan, Jum’at (18/07/2025).
Selain itu, informasi dari warga juga menjelaskan bahwa, kegiatan PETI ini diduga kuat di back up oleh dua orang oknum dari Koramil Kotanopan. Mereka yang menjamin keamanan dari para mafia PETI ini beraktivitas.
“Ada dua orang bang infonya yang back up. Dua-duanya oknum dari Koramil Kotanopan. Oknum Koramil ini pun diduga terima 3 persen. Bahkan solar pun mereka yang menyiapkan,”ungkapnya.
Menurut Warga, dua oknum Koramil ini berinisial DT dan M. Dua oknum ini menjadi payung hukum bagi mafia PETI di kawasan ini.
Bahkan sambungnya, mereka berdua (oknum koramil) juga mengatakan kalau untuk urusan dengan Polisi, sudah di back up dari pihak Kasat Reskrim Polres Madina.
“Untuk Kepala Desa dan BPD pun sudah diamankan mereka sebesar 12 persen,” tutupnya.
Koramil 14 Kotanopan Bantah Back Up PETI Di Kawasan TNBG Aek Bontar Desa Batahan
Anggota Koramil 14 Kotanopan inisial DT dan M membantah keras memback up atau terlibat dalam aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang ada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) wilayah desa Batahan kecamatan Kotanopan.
Kepada wartawan media ini, DT dan M menjelaskan informasi yang diterima redaksi dalam pemberitaan sebelumnya edisi Ium’at (18/07/2025) dengan judul “Diduga Diback Up Oknum Koramil, PETI Marak di Kawasan TNBG Wilayah Kotanopan” itu tidak benar.
“Kami dari anggota Koramil 14 Kotanopan tidak benar ada memback up atau terlibat dalam aktifitas PETI di kawasan TNBG yang ada di wilayah Desa Batahan tersebut,”ungkap M kepada wartawan, Sabtu (19/07/2025) pagi.
M pun menuturkan dirinya merasa difitnah atas informasi yang disampaikan warga itu kepada redaksi.
“Sumpah Bang, saya tidak ada terlibat dalam aktifitas ilegal tersebut. Dan saya merasa terkejut ketika membaca beritanya. Apalagi sampai saya dituding menerima fee 3 persen dan menjual minyak kepada para mafia PETI,”sebut M.
Apalagi sambungnya, adanya kalimat yang disampaikan warga itu dalam pemberitaan, kalau untuk urusan dengan Polisi, sudah di back up dari pihak Kasat Reskrim Polres Madina.
“Memang ada kegiatan PETI di wilayah TNBG itu saya dengar, tapi Informasi Itu semua tidak benar dan telah memfitnah saya Bang, bila saya ada memback up dan mendapat persenan, apalagi jual minyak solar ke mafia PETI,”tandas M kepada wartawan saat memberikan klarifikasinya.
Sementara itu Kepala Balai TNBG Madina, Agusman ketika dikonfirmasi wartawan terkait aktifitas PETI di kawasan TNBG di wilayah desa Batahan Kecamatan Kotanopan menegaskan bahwa timnya akan segera turun kelapangan melakukan pengecekan.
”Terima kasih informasinya, tim kita akan segera kelapangan melakukan pengecekan,”jawabnya singkat via seluler, Jum’at (18/07/2025) malam.
(D/Red)










