Longsoran Sampah Tutup Akses TPA, Pemkab Madina Genjot Penanganan Darurat

Saturday, 21 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMUT.NEWSLINE.ID, MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bergerak cepat menangani kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batang Gadis di Panyabungan Barat yang akses jalannya tertutup longsoran sampah sejak cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut pada November lalu.

‎Bupati Madina, Saipullah Nasution turun langsung meninjau lokasi dan menetapkan persoalan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama menyusul keluhan masyarakat atas terganggunya aktivitas pengangkutan sampah.

‎“Persoalan ini harus segera ditangani. Akses menuju TPA harus dibuka agar truk pengangkut tidak lagi membuang sampah di bahu jalan,” ujar Saipullah, Sabtu (21/2/26).

‎Sebagai langkah darurat, Pemkab Madina mengerahkan tambahan alat berat berupa ekskavator dan bulldozer.

‎Selain menyewa alat, pemerintah daerah juga mendapat dukungan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan PT SMGP guna mempercepat pembersihan serta pengerasan jalan menuju area pemrosesan sampah.

‎Pemkab menargetkan penanganan akses jalan tersebut rampung dalam waktu satu minggu sehingga operasional pembuangan sampah kembali normal.

‎Tak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan membenahi sistem pengelolaan sampah dari hulu.

‎Bupati menyebut program Bank Sampah akan segera diluncurkan di tingkat desa dengan mewajibkan pemilahan sampah organik dan non-organik.

‎Sampah organik direncanakan diolah menjadi pakan ternak atau pupuk kompos, sementara sampah non-organik dikumpulkan di bak penampungan desa untuk dijual kepada pengepul sehingga memiliki nilai ekonomi bagi warga.

‎Langkah inipun diharapkan mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA secara signifikan.

‎Saipullah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkab telah menjajaki kerja sama dengan investor, termasuk grup Medco, untuk pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

‎Namun kata Saipullah, keterbatasan anggaran serta volume sampah Madina yang masih di bawah 200 ton per hari membuat investasi tersebut belum memenuhi skala ekonomis.

‎Ia pun mengimbau peran aktif media dan tokoh masyarakat untuk mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai dan mulai membiasakan pemilahan sampah sesuai kategori.(RS)

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru