Kades Batahan Kotanopan Suruh PM Cari Penyebar Fitnah Soal Fee dari Peti

Tuesday, 22 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA- Pemerintahan Desa Batahan Kotanopan diisukan mendapat fee dari aktifitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator yang beroperasi di Aek Sibontar wilayah Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

Hal ini dibantah Kepala Desa Batahan Kotanopan, Sukhemi Dalimunte, bahwa dirinya, perangkat dan warga Desa Batahan Kotanopan tidak ada menerima fee dari aktivitas pertambangan emas di kawasan TNBG Aek Sibontar.

“Inda dong bai (Mandailing_red) Nggak ada itu, “ujar Sukhemi Dalimunte Kepala Desa Batahan Kotanopan, lewat Sambungan telepon, Selasa (22/7/2025).

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ditanya, soal rekaman video yang diterima redaksi, isinya, terlihat disana seorang warga Desa Batahan Kotanopan berinisial AL diduga menerima fee berupa kepingan emas dari pelaku pertambangan.

“Ada banyak video beredar di media, Kades, BPD dan nama warga desa kami dijual, ada yang mengaku-ngaku orang Batahan, itu fitnah dan kami pun sedang mencari orang tersebut, “kata Sukhemi.

“13 persen fee dari pertambangan itu ngak ada kami terima, fitnah itu. Saya sudah menyuruh PM untuk mencari orang penyebar informasi tersebut, “ujarnya.

Selain itu, Sukhemi juga menerangkan untuk menuju lokasi pertambangan itu dari Desa Batahan Kotanopan bisa memakan waktu satu hari perjalanan untuk bisa sampai ke lokasi Aek Sibontar wilayah Taman Nasional Batang Gadis.

“Saya belum jadi kesana, karena, ke lokasi memakan waktu satu hari perjalanan untuk bisa sampai ke Aek Sibontar. Masuknya dari jorong Pangambiran dan lokasi tambang itu tepatnya diperbatasan Sumatera Utara – Sumatera Barat, “ujarnya.

Sebelumnya, dalam rekaman video lain yang diterima redaksi, terlihat seorang warga Batahan Kotanopan, menerangkan bahwa tidak ada hak wilayah warga Desa Pastap pada areal Aek Sibontar Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).

“Pertambangan emas di lokasi Aek Sibontar ini tidak ada hak warga Desa Pastap, ini hak wilayah Desa Batahan Kotanopan, “ujar Anwarudin, yang disambut “betul” oleh warga dalam video itu.

 

(D/red)

Berita Terkait

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan
IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Jenderal Tandyo Jadi KSAD, Anggota DPR Singgung Peluang Jadi Panglima TNI
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 4 November 2026 - 23:48 WIB

Tolak PETI di Lahan Sitaan Satgas PKH, Koperasi MSM Minta PT Agrinas Turun Tangan

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 14:46 WIB

Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru