4 Kades di Sulangaling Diduga Terima Jatah Peti

Thursday, 4 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Sejumlah warga di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuding empat orang Kepala Desa (Kades) di wilayah itu terima Upeti dari dua orang pemodal tambang emas di Aek Sininjon.

Empat Kades di wilayah Sulangaling itu, yakni Kepala Desa Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Ranto Panjang, dan Hutaimbaru.

Warga yang meminta identitasnya disembunyikan melaporkan bahwa aktivitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator di Aek Sininjon sudah berlangsung enam bulan berlalu. Tambang di sana disebut kondusif karena ada fee jatah kepada kepala desa Rp5 juta/bulan ditambah 12 persen dari hasil tambang.

ADVERTISEMENT

WhatsApp Image 2025 01 31 at 10.32.21

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kades menyepakati bersama bos tambang di sini bahwa ada bagi hasil. Masyarakat mendapat uang Rp 50 hingga Rp100 ribu/Kartu Keluarga,” kata sumber.

Dia menyampaikan, alat berat di Aek Sininjon saat ini berjumlah empat unit. Dua unit milik AF, warga Lubuk Kapundung II, dan dua alat berat milik Amran, tinggal di Ranto Panjang.

“Saat ini alat berat masih berada di lokasi Aek Sininjon. Mereka belum beroperasi akibat banjir melanda Sulangaling pekan kemarin,” jelas dia.

Sumber lainnya juga mengaku desanya juga mendapatkan dana bagi hasil dari tambang emas di Aek Sininjon. Secara pribadi, keluarganya tidak menerima bagi hasil dari perwakilan aparat Desa karena dirinya tidak setuju tambang emas ilegal tersebut.

“Tidak pernah sekalipun saya terima dari utusan Kepala Desa uang dari tambang emas itu. Semoga ini menjadi perhatian banyak pihak untuk menghentikan tambang tersebut,” ujarnya.

Sumber terpercaya ini menerangkan, wilayah Sulangaling merupakan langganan banjir dalam setiap tahunnya akibat luapan air sungai Muara Batang Gadis. Namun, kata dia, banjir tahun ini termasuk paling parah setelah adanya aktivitas tambang emas di hulu sungai.

“Banjir biasanya dua hari sudah surut. Tahun ini berbeda, sepekan banjir berlangsung timbulkan banyak kerugian. Banyak rumah rusak, warga terancam tidak makan, kehilangan pekerjaan dan puluhan hektare lahan pertanian gagal panen akibat lumpur yang dibawa luapan sungai,” jelasnya.

Menanggapi soal Upeti tudingan warga kepada Kades di Sulangaling, dua Kades berhasil di konfirmasi lewat pesan WhatsApp. Keduanya yakni Kades Lubuk Kapundung I dan Lubuk Kapundung II.

Wartawan mencoba menanyakan soal laporan dari masyarakat itu. Kedua Kades enggan menjawab pertanyaan secara lengkap sesuai dengan daftar pertanyaan yang disampaikan.

“Tidak benar. Itu semua tidak benar,” kata Kades Lubuk Kapundung I dan II, Rabu (3/12/2025).

Penulis : RLS/Dede

Berita Terkait

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar
Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara
Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera
Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Lihat Kondisi Jalan dan Pertanian Warga, Ajak Dialog Masyarakat
Masmudin Menang Telak, Nahkodai Koperasi Produsen BKPB Desa Bintuas
Pemilihan Pengurus Baru Koperasi Plasma BKPB Desa Bintuas, Penghitungan Suara Berlangsung Hingga Malam
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 July 2026 - 00:10 WIB

Keluarga Sebastian Gulo Tegaskan Unggahan Soal Bupati Nias Barat Tidak Benar

Wednesday, 15 July 2026 - 16:57 WIB

Pendidikan di Daerah Terpencil dan Kepulauan Masih Hadapi Banyak Tantangan, Kurikulum Berbasis Lokal Dinilai Jadi Solusi

Friday, 3 July 2026 - 08:57 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Hadiri Forum Strategis Otonomi Daerah

Thursday, 2 July 2026 - 03:58 WIB

Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara

Monday, 29 June 2026 - 04:07 WIB

Bupati Eliyunus Waruwu: Persatuan dan Iman Kunci Membangun Nias Barat yang Sejahtera

Berita Terbaru