4 Kades di Sulangaling Diduga Terima Jatah Peti

Thursday, 4 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Newsline.id MADINA – Sejumlah warga di wilayah Sulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuding empat orang Kepala Desa (Kades) di wilayah itu terima Upeti dari dua orang pemodal tambang emas di Aek Sininjon.

Empat Kades di wilayah Sulangaling itu, yakni Kepala Desa Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II, Ranto Panjang, dan Hutaimbaru.

Warga yang meminta identitasnya disembunyikan melaporkan bahwa aktivitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator di Aek Sininjon sudah berlangsung enam bulan berlalu. Tambang di sana disebut kondusif karena ada fee jatah kepada kepala desa Rp5 juta/bulan ditambah 12 persen dari hasil tambang.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kades menyepakati bersama bos tambang di sini bahwa ada bagi hasil. Masyarakat mendapat uang Rp 50 hingga Rp100 ribu/Kartu Keluarga,” kata sumber.

Dia menyampaikan, alat berat di Aek Sininjon saat ini berjumlah empat unit. Dua unit milik AF, warga Lubuk Kapundung II, dan dua alat berat milik Amran, tinggal di Ranto Panjang.

“Saat ini alat berat masih berada di lokasi Aek Sininjon. Mereka belum beroperasi akibat banjir melanda Sulangaling pekan kemarin,” jelas dia.

Sumber lainnya juga mengaku desanya juga mendapatkan dana bagi hasil dari tambang emas di Aek Sininjon. Secara pribadi, keluarganya tidak menerima bagi hasil dari perwakilan aparat Desa karena dirinya tidak setuju tambang emas ilegal tersebut.

“Tidak pernah sekalipun saya terima dari utusan Kepala Desa uang dari tambang emas itu. Semoga ini menjadi perhatian banyak pihak untuk menghentikan tambang tersebut,” ujarnya.

Sumber terpercaya ini menerangkan, wilayah Sulangaling merupakan langganan banjir dalam setiap tahunnya akibat luapan air sungai Muara Batang Gadis. Namun, kata dia, banjir tahun ini termasuk paling parah setelah adanya aktivitas tambang emas di hulu sungai.

“Banjir biasanya dua hari sudah surut. Tahun ini berbeda, sepekan banjir berlangsung timbulkan banyak kerugian. Banyak rumah rusak, warga terancam tidak makan, kehilangan pekerjaan dan puluhan hektare lahan pertanian gagal panen akibat lumpur yang dibawa luapan sungai,” jelasnya.

Menanggapi soal Upeti tudingan warga kepada Kades di Sulangaling, dua Kades berhasil di konfirmasi lewat pesan WhatsApp. Keduanya yakni Kades Lubuk Kapundung I dan Lubuk Kapundung II.

Wartawan mencoba menanyakan soal laporan dari masyarakat itu. Kedua Kades enggan menjawab pertanyaan secara lengkap sesuai dengan daftar pertanyaan yang disampaikan.

“Tidak benar. Itu semua tidak benar,” kata Kades Lubuk Kapundung I dan II, Rabu (3/12/2025).

Penulis : RLS/Dede

Berita Terkait

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan
Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi
Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak
TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga
Kolaborasi Camat Natal, Kapolsek dan Kacabjari Bagikan Masker di Tengah Kabut Asap
Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat
Pengurus KUD Maju Bersama Ajukan PMH ke PN Madina, Sidang Perdana Dimulai
Atang Bantah Dituding Mafia PETI, Tegaskan Sudah 3 Tahun Tak Menjabat Sekdes
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 2 November 2026 - 09:27 WIB

IMA Kamus Madina Gelar Barakasih di Panti Asuhan Siti Aisyah, Hadirkan Kebahagiaan Lewat Kebersamaan

Monday, 26 October 2026 - 22:25 WIB

Gegara Takaran BBM Diduga Dicurangi, Manajer dan Supervisor SPBU di Sergai Ditangkap Polisi

Friday, 16 October 2026 - 18:14 WIB

Dugaan Status Keanggotaan Arianto di KUD Maju Bersama Desa Pardamean Baru Terkuak

Friday, 16 October 2026 - 16:44 WIB

TP PKK Madina Gelar Aksi Sosial di Gunung Baringin, Salurkan Bantuan hingga CKG Untuk Warga

Friday, 16 October 2026 - 13:03 WIB

Program Bedah Rumah BSPS di Madina Disorot, Diduga Ada Penerima Tak Penuhi Syarat

Berita Terbaru